20120119

Spider Field di Manggarai


Pembagian lahan sawah yang membentuk Spider Field

Jika melihat foto disamping, sekilas terlihat seperti Crop Circle yang baru-baru ini menghebohkan masyarakat karena dipercaya bahwa makhluk luar angkasa yang telah membuatnya. Bukan pula  karena belasan laba-laba raksasa yang telah membuat formasi jaring laba-laba. Foto disamping adalah areal sawah yang dibagi oleh ketua adat di masyarakat Manggarai   dengan cara ditarik dari sebuah titik pusat lahan, yang dikenal dengan Lodok.





Lodok merupakan tradisi Manggarai dalam membagi tanah dalam sebuah kampung adat. Ketua adat mempunyai kekuasaan untuk menentukan siapa mendapat luasan lahan berapa. Tentu saja ketua adat harus adil sehingga akan banyak hal yang harus dipertimbangkan untuk menentukan luasan lahan tersebut untuk setiap KK-nya. Namun lodok di daerah Cancar ini menjadi pemandangan menarik karena merupakan lahan sawah sehingga dengan batas-batas pematang sawah membuatnya menjadi mirip jaring laba-laba.


Belasan Lodok hingga batas perbukitan
Untuk mencapai daerah ini dari Kota Ruteng bisa menggunakan ojek dengan tarif Rp. 40ribu dengan lama perjalanan sekitar 45 menit. Setelah menemukan Pasar Cancar, ada jalan masuk untuk menuju ke lokasi tersebut, yaitu sekitar 3 km. Kemudian ada jalan kecil dengan tanjakan cukup terjal dan sebaiknya sepeda motor tidak dibawa naik karena berbahaya. Seseorang bernama Leksi akan mempersilahkan ke rumah untuk mengisi buku tamu. Leksi adalah anak dari ketua adat. Leksi akan membawa kita ke sebuah bukit, dimana lahan sawah Lodok ini bisa terlihat sejauh mata memandang hingga batas perbukitan. Jika cuaca bagus, dari lokasi tersebut bisa terlihat belasan Lodok berbentuk lingkar-lingkar yang menyerupai jaring laba-laba.

Rumah Ketua Adat, silahkan mengisi buku tamu dulu disini
Dalam pembagian tanah adat, pertama-tama adalah menentukan titik pusat hamparan tanah adat (Lingko). Pada titik pusat tersebut selanjutnya ditanam kayu khusus (Haju) sebesar paha orang dewasa. Besar kecilnya bagian tanah ditentukan oleh beberapa hal diantaranya, kedudukan seseorang dalam kampung, jumlah anggota keluarga dan sebagainya. Untuk menentukan besaran bagian tanah, ketua adat menentukan dengan ukuran jari tangannya pada Haju. Ada yang mendapat 1 jari ada yang dua jari sesuai pertimbangan-pertimbangan yang dilakukan ketua adat. Ukuran jari tangan pada Haju selanjutnya ditarik hingga batas Lingko, itulah bagian tanah yang akan diterima seorang warga kampung adat tersebut.

Bersama Leksi menuruni jalan keluar dari kampung adat
Pada saat musim tanam dan musim panen, warga biasanya mempersembahkan seekor binatang berupa ayam jantan. Tujuannya adalah untuk mendapat berkat dan ucap syukur atas hasil yang diperoleh. Ayam jantan umumnya diletakkan pada pusat lodok tersebut. Inilah sebuah kearifan lokal yang turun temurun warisan nenek moyang. Tradisi yang selalu menyelaraskan keseimbangan alam semesta dan membentuk harmoni kehidupan masyarakat. Boleh jadi mereka baru menyadari bahwa tradisi Lodok membentuk sebuah formasi tidak hanya non fisik, namun juga secara fisik terlihat indah jika dilihat dari angkasa.

Salah satu Lodok raksasa yang sangat indah bisa dilihat di Google Maps, dibawah ini.

View Lodok di Manggarai Raya Prov NTT in a larger map
(dari berbagai sumber)

5 komentar:

Oris Unju mengatakan...

keren ya ..

ini benar2 nyata kah..??

sukses ya..

jelajahntt mengatakan...

Yo'i, ini memang tradisi Manggarai-NTT turun temurun, dan umumnya msh dipakai hingga skrg. Namun utk lahan kebun atau sawah yg tdk begitu luas jd kurang dramatis penampakkannya. Di Lodok ini krn lahan sawah yg luas dg belasan Lingko jd nampak dramatis jk dilihat dari angkasa.

Makasih dan sukses juga ya.. :-)

download soal snmptn 2012 mengatakan...

it's amazing,,,

Dani Setiadi mengatakan...

mantabb

cerita anak kost mengatakan...

ketua adat yang adil, seru jadinya ya. kita yang jadi menikmati, ini di NTT y? ehm, menarik gan.

btw untuk pertanyaan ente, masalah uploader. ya di google code itu lah uploadnya gan. gitu, coba aja. tenkyu

Ayo berbagi informasi tentang traveling NTT, silahkan kunjungi Jelajah NTT di Facebook

Posting Komentar