20111122

Liputan Perjalanan Ke Riung, Ngada

Riung tampak dari Google Earth
Riung bisa dijangkau dari Bajawa, Ngada dengan perjalanan sejauh 30 Km dengan bis umum. Namun saat itu posisi kami ada di Mbay, Nagekeo, dimana jarang sekali kendaraan umum yang menuju ke Riung. Untuk mengefektifkan waktu maka kami memutuskan untuk memakai jasa ojek, dengan tarif  Rp. 70 rb, PP Mbay-Riung. Saat kami berangkat dari Hotel Sinar Kasih - Mbay waktu sudah menunjukkan pukul 14.30 Wita. Perjalanan dari Mbay ke Riung bisa ditempuh dengan sepeda motor atau mobil dengan waktu sekitar 1 seperempat jam.

perahu motor saya berbendera merah putih
Tiba di Riung kami langsung ke dermaga tempat dimana perahu-perahu bersandar untuk mengantar pengunjung menuju ke pulau-pulau. Sebelum masuk ke dermaga, kami bertemu beberapa orang yang sedang berkumpul sambil minum kopi. Rupanya salah satu dari mereka adalah pemilik perahu motor yang biasa dimanfaatkan oleh wisatawan untuk mengantar berkeliling pulau. Pak Acok, salah satu dari pemilik perahu motor memberikan penawaran Rp. 400rb  untuk berkeliling seluruh pulau. Namun mengingat waktu kami yang tidak panjang, karena hari sudah menjelang sore, kami hanya ada waktu sekitar 2 jam agar tidak pulang kemalaman. Akhirnya kesepakatan tarif  Rp. 150 rb saja untuk memanfaatkan waktu tersisa.
Berpapasan dengan kru Si Bolang, Trans 7
Perjalanan dimulai, Pulau Kelelawar menjadi tujuan utama dengan waktu tempuh sekitar 30 menit. Kami berpapasan dengan speed boat dari kru Trans 7 yang sedang shooting Si Bolang. Sampai di Pulau Kelelawar tidak memungkinkan untuk mendarat, karena tidak ada tempat untuk menjangkau daratan. Tampak ribuan kelelawar bergelantungan di pohon-pohon sekitar pulau yang terlihat dari perahu motor. 

Puas memotret atraksi ribuan kelelawar, Pak Acok pemilik perahu motor menawarkan untuk singgah ke pulau lain.  Pulau Rutong, Pulau Bakau dan Pulau Tiga, sangat direkomendasikan untuk menikmati keindahan alam bawah laut. Air laut yang bening membuat kita tidak harus harus masuk ke air untuk menikmati keindahan dasar laut. Namun mengingat waktu yang sudah malam, kami memutuskan untuk pulang. 

Dermaga dan Pulau Patah
Sampai di dermaga Riung, terlihat si tukang ojek sudah menunggu sambil ngobrol dengan beberapa orang di sebuah gazebo depan warung. Rupanya mereka adalah satu keluarga dengan Pak Acok si pemilik perahu motor. Pak Acok adalah menantu dari Pak Dukung, sementara istri Pak Dukung dan anak perempuan satu-satunya membuka warung di dekat dermaga Riung. Kami ngobrol dengan segelas kopi sambil menunggu maghrib yang tinggal beberapa saat. 

Dari obrolan tersebut kami dapatkan informasi bahwa di Riung juga terdapat binatang mirip komodo. Penduduk setempat menyebutnya sebagai buaya darat atau lebih dikenal dengan “Mbou”. Menurut Pak Dukung, mbou sangat mirip dengan komodo tapi memiliki kulit yang lebih cantik dan agak kemerahan. Kru Trans 7  yang sedang shooting si Bolang juga ingin membuktikan keberadaan mbou ini.  Untuk itu mereka sudah menyiapkan perangkap mbou dengan umpan seekor kambing. Kru Trans 7  akan kembali esok hari untuk melihat mbou, mengambil gambar dan kemudian akan melepasnya lagi. Sangat disayangkan, kami tidak bisa kembali esok hari untuk melihat peristiwa itu karena ada keperluan lain di Mbay.

Pak Acok dan perahu motornya
Kedatangan kami ke Riung kali ini terbilang kurang sukses karena waktu yang sangat singkat. Disamping itu cuaca sedikit mendung sehingga kurang mendukung pengambilan foto. Pada sore hari itu juga muka air laut pada posisi pasang naik sehingga batu-batu di sekitar pulau-pulau tertentu tenggelam dibawah muka air laut. Pasir putih yang terdapat di beberapa pulau juga menjadi terlihat kurang luas. Apabila batu-batu muncul diatas muka air laut pada saat surut, akan menambah indah hasil pemotretan. Namun tentunya kami berharap, pada kesempatan yang lain, kami akan datang kembali ke Riung dan menjelajahi seluruh pulau-pulau untuk menikmati keindahannya. Semoga terkabul.

1 komentar:

sadiz alorozzo mengatakan...

pulau buaya memang kecil tpi klihat unik
n keaneka ragaman karang2 laut sangat asyikkkkk

Ayo berbagi informasi tentang traveling NTT, silahkan kunjungi Jelajah NTT di Facebook

Posting Komentar