20111104

Kampung Adat Bena, Ngada – Flores

(Koordinat: 8°52'36.70"S, 120°59'9.70"E)
Kampung Adat Bena - menyerupai sebuah perahu  

Tersebutlah kisah seorang raksasa bernama Dakhe yang memikul batu besar berkilo-kilo meter jaraknya. Satu persatu batu-batu itu dibawa dari tempat-tempat yang berbeda dan untuk sebuah batu bisa menghabiskan waktu sekitar 1 bulan perjalanan. Batu yang dibawa sang raksasa itu bukan sembarang batu, tapi merupakan batu pilihan yang memiliki kekuatan gaib. Dakhe sedang membangun sebuah kampung dan kini, setelah ratusan tahun kemudian, keadaan kampung itu masih sama seperti dulu. Itulah mitos yang dipercaya oleh masyarakat, bahwa nenek moyang dari Kampung Adat Bena adalah seorang raksasa bernama Dakhe.


Cap kaki sang raksasa Dakhe diatas batu 
Dilihat dari kejauhan, bentuk Kampung Adat Bena mirip sebuah perahu. Menurut penuturan Pak Kasmir, penjaga kampung, desain keseluruhan dari Kampung Adat Bena memang berbentuk perahu, dengan ujung akan naik seperti terhempas oleh ombak. Mungkin bukan sebuah kebetulan karena pada bagian ujung kampung berbatas dengan jurang yang dalam. Sehingga apabila dilihat dari dasar jurang, maka Kampung Adat Bena menyerupai perahu yang berlayar mengarungi angkasa.


Bentuk dari Kampung Adat Bena juga bisa berfungsi sebagai benteng pertahanan. Menurut salah seorang sumber informasi dari Kampung Adat Wogo, pada celah batu-batu dibagian atas kampung adalah tempat diletakkannya senapan. Pada jaman Belanda, kampung-kampung saling bermusuhan akibat taktik adu domba pihak belanda.

Altar batu tempat sesaji di depan rumah masing-masing
Kampung Adat Bena masih kental dengan budaya megalitik, yang menggunakan batu sebagai bagian hidup sehari-hari. Disetiap rumah terdapat batu-batu pipih yang lebar dan dikelilingi batu-batu yang panjang-panjang dan runcing. Batu pipih tersebut berfungsi menjadi semacam altar untuk meletakkan sesaji.

Rumah Adat Bena mempunyai ciri khas yaitu pada kedua ujung bubungan atap masing-masing terdapat 3 tombak yang pangkalnya saling bertemu dan ujung tombak menyebar. Ada beberapa rumah yang bagian tengah bubungan atapnya terdapat patung manusia yang membawa tombak dan pedang. Ciri rumah yang terakhir tersebut menandakan bahwa penghuni rumah adalah dari garis keturunan laki-laki.

Rumah Adat Bena di kaki Gunung Inerie
Sebuah rumah bagi warga Kampung Adat Bena sangatlah berarti dan bahkan dipuja-puja. Setiap memperbaiki rumah apalagi membangun rumah harus melalui upacara dan pesta. Acara tersebut setidaknya harus memotong 1 ekor kerbau. Rangkaian acara bisa berlangsung 3 hari 3 malam dengan menampilkan tari-tarian.






Mama Ella sedang membuat tenun ikat di teras rumahnya
Acara pesta tahunan yang terbesar di Kampung Adat Bena adalah Pesta Reba, yaitu diselenggarakan pada tangal 26 s/d 29 Desember. Reba berarti berkumpul semua, yaitu seluruh keluarga semua berkumpul dan saling bercerita tentang kisah suksesnya masing-masing, terutama yang dari perantauan. Pada saat Pesta Reba, seluruh warga kampung akan memotong berbagai jenis hewan dan selama 4 hari itu, tidak ada seorang pun yang makan sayuran. Siapa pun orang yang datang, warga Kampung Adat Bena atau bukan, pasti akan dijamu makan dan minum.

Kepala Kampung Adat (diatas) Pak Yosef dan Pak Kasmir
Kampung Adat Bena sebenarnya telah dikenal luas, sehingga sering ramai dikunjungi wisatawan baik domestik maupun asing. Menurut pengakuan pak Kasmir, penjaga kampung itu, puncak keramaian kunjungan wisatawan adalah sekitar bulan mei sampai agustus. Pada bulan agustus, kunjungan wisatawan bisa mencapai 50 s/d 60 orang perhari.
Disamping Kampung Adat Bena yang sudah lebih dulu terkenal, Kabupaten Ngada juga memiliki beberapa kampung adat lain yang memiliki keunikannya masing-masing. Beberapa kampung adat diantaranya yaitu, Wogo, Watu, Gurusina, dan Taka belum diketahui oleh khalayak luas. Besar harapan kami agar jelajahntt.com kelak bisa meliput kampung-kampung adat ini satu persatu, apabila ada kesempatan ke Ngada lagi.

Untuk melihat lokasi ini di Google Maps, silahkan klik disini.

(HDI-jelajahntt.com)

Mari berbagi informasi, silahkan memberi komentar dibawah ini. Jika ada kekeliruan pada tulisan diatas akan kami koreksi.
Bagi Anda yang mengetahui potensi Wisata NTT dan bisa meliputnya, bisa mengirimkan email ke: admin@jelajahntt.com

Tidak ada komentar:

Ayo berbagi informasi tentang traveling NTT, silahkan kunjungi Jelajah NTT di Facebook

Posting Komentar