Selamat Datang di JelajahNTT.com ..... Hubungi admin@jelajahntt.com atau sms center kami 082146.334333 apabila ada pertanyaan maupun masukan ***Terima kasih atas kunjungan Anda.. ***

Minggu, 29 Juli 2012

Drama Perburuan Ikan Paus di Lamalera Lembata

Dua lamafa menghujamkan tempulingnya ke arah ikan paus
Baleooo.... Baleoo..!!" Teriak seorang pemuda yang sedang menyulam jala demi melihat semburan air di tengah laut. Beberapa orang yang tidak jauh dari situ seketika juga melihat ke tengah laut dan terperanjat. Semburan air yang menjulang tinggi di tengah laut menunjukkan adanya ikan paus (baleo) yang sedang melintas. Teriakan 'baleo' tak lama kemudian semakin menggema dan sahut menyahut di setiap lorong di Desa Lamalera.



Sabtu, 28 Juli 2012

Eksistensi Tradisi Baleo Lamalera

Seekor paus berhasil dilumpuhkan para pemuda Lamalera
Perburuan ikan paus tentu mengundang pro dan kontra dari berbagai pihak. Di kalangan pecinta lingkungan, tradisi ini dinilai akan mengancam populasi ikan paus. Namun jika ditelaah kembali, tradisi Baleo di Desa Lamalera bukan lah perburuan komersil, akan tetapi hanya untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari. Hidup mereka tetap lah pas-pasan. Perburuan ini sama sekali tidak menggunakan teknologi  canggih seperti di Jepang dan Norwegia, akan tapi hanya lah perburuan menggunakan perahu dan senjata tradisional dengan taruhan nyawa. Disamping itu, perburuan Baleo di Lamalera merupakan tradisi turun temurun sejak ratusan tahun. 

Rabu, 25 Juli 2012

Liputan Perjalanan Kupang - Lembata


Peragaan Prosedur Keselamatan sebelum naik ke pesawat
Menuju Lembata dengan transportasi udara, tidak banyak pilihan pesawat selain menggunakan pesawat-pesawat kecil dari maskapai Susi-Air. Bagi yang sudah terbiasa dengan pesawat standar pada umumnya, mungkin akan sedikit aneh jika naik untuk pertama kali. Kursi pada pesawat ini hanya 12 buah ditambah dengan 2 kursi masing-masing untuk pilot dan co-pilot. Untuk memperagakan prosedur keselamatan penumpang dilakukan sebelum penumpang masuk ke pesawat.


Kamis, 19 Januari 2012

Spider Field di Manggarai


Pembagian lahan sawah yang membentuk Spider Field

Jika melihat foto disamping, sekilas terlihat seperti Crop Circle yang baru-baru ini menghebohkan masyarakat karena dipercaya bahwa makhluk luar angkasa yang telah membuatnya. Bukan pula  karena belasan laba-laba raksasa yang telah membuat formasi jaring laba-laba. Foto disamping adalah areal sawah yang dibagi oleh ketua adat di masyarakat Manggarai   dengan cara ditarik dari sebuah titik pusat lahan, yang dikenal dengan Lodok.


Minggu, 27 November 2011

Liputan perjalanan ke Pulau Komodo

Rute jelajahntt.com dari Labuan Bajo ke Pulau Komodo

Satu-satunya akses ke Pulau Komodo hanyalah dari Labuan Bajo. Posisi geografis Pulau Komodo sebenarnya ditengah-tengah antara Labuan Bajo Manggarai Barat NTT dengan Bima NTB. Namun sesuai kebijakan Pemerintah Daerah, kapal feri dari Pelabuhan Sape Bima tidak boleh lagi sandar di Pulau Komodo. Dengan kebijakan ini, banyaknya wisatawan yang ingin ke Pulau Komodo harus berangkat dari dermaga Labuan Bajo sehingga dapat menunjang kehidupan di wilayah Labuan Bajo, baik perhotelan, warung/restoran, pelayanan angkutan air, dan sebagainya.

Jumat, 25 November 2011

Kehidupan Komodo

Komodo dengan leher besar dan berotot
Komodo termasuk binatang purba yang telah hidup ratusan ribu tahun di muka bumi ini. Karena telah mengalami berbagai jaman, komodo  diramalkan akan sulit mengalami punah dengan adanya perubahan iklim. Yang dikhawatirkan bisa menjadi penyebab kepunahan komodo adalah ulah manusia misalnya pencurian kayu dan binatang-binatang yang menjadi makanannya. Kebakaran hutan juga bisa mengancam kelestarian komodo.



Kamis, 24 November 2011

Labuan Bajo , Manggarai Barat

(Koordinat dermaga :  8°29'34.71"S, 119°52'36.88"E)
Dermaga Labuan Bajo dilihat dari Google Earth
Kabupaten Manggarai Barat memiliki ratusan pulau yang tersebar di wilayah kabupaten. Pulau Komodo hanyalah salah satu dari sekian banyak pulau di Labuan Bajo – Manggarai Barat. Untuk mencapai Pulau Komodo pun sepanjang perjalanan akan melewati belasan pulau kecil disisi kanan dan kiri. Pengelolaan Taman Nasional di kawasan tersebut juga meliputi  tiga pulau, yaitu disamping Pulau Komodo itu sendiri juga ada Pulau Rinca dan Pulau Padar.